Cara Budidaya Belut dengan Media Air Tanpa Lumpur

Cara Budidaya Belut – Budidaya belut bukan hanya dengan media lumpur saja, budidaya belut juga bisa dilakukan dengan menggunakan media air. Budidaya dengan media air merupakan teknik baru sehingga pembudidaya tidak capek-capek mencari lumpur ataupun pelepah pisang.

Keuntungan budidaya belut dengan media air yaitu pertumbuhan dapat terkontrol sehingga target mudah tercapai, penebaran bibit pun bisa lebih banyak, selain itu juga meminimalisir angka kanibalisme.

4 Faktor yang Harus Diperhatikan dalam Budidaya Belut

1. Air

Air untuk budidaya belut diusahakan air yang jernih dan tidak mengandung zat-zat kimia seperti kaporit. Gunakan juga peralatan untuk sirkulasi air di kolam, hal ini akan menambah kandungan oksigen didalam air sehingga berpengaruh untuk perkembangan belut.

2. Memilih Bibit Belut

memilih bibit belut untuk budidaya belut

indotrading.com

Pembudidaya harus pintar dalam memilih bibit belut, ada beberapa kriteria belut yang cocok untuk budidaya. Diataranya:

– Carilah ukuran bibit yang seragam.
– Gerakan belut lincah.
– Tidak cacat atau luka.
– Bebas penyakit.

3. Pakan

Pakan sangatlah penting dalam perkembangan dan pertumbuhan belut, pemberian pakan jangan sampai kurang, hal ini akan menimbulkan sifat kanibalisme. Pakan belut diantaranya cacing lor, cacing merah, cacing lumbricus, ikan cere, ikan cithol, ikan guppy, anakan ikan mas, berudu dan lain-lain.

4. Penebaran Bibit

Kepadatan penebaran bibit belut tergantung dari pemberian pakan, sehingga meminimalkan kematian. Berbeda dengan jenis ikan seperti lele ataupun gurame, penebaran bibit yang padat bisa mengakibatkan kematian yang tinggi walaupun peberian pakan sesuai dengan ukuran.

Rekomendasi bacaan: 7 Langkah Mudah Agar Budidaya Cacing Tanah Menguntungkan

Langkah-langkah Budidaya Belut dengan Media Air Tanpa Lumpur

budidaya belut dengan media air tanpa lumpur

belutkadut.wordpress.com

1. Dalam budidaya belut pakan merupakan hal yang penting sebelum penebaran bibit. Hal yang pertama Anda lakukan adalah memelihara pakan terlebih dahulu selama 4 bulan, setelah itu baru penebaran bibit.

2. Sebelum penebaran bibit buatlah wadah atau tempat untuk budidaya belut, seperti kolam permanen, kolam dengan menggunakan terpal, ataupun drum. Budidaya belut di media air hanya dibutuhkan ketinggian air sekitar 30 cm, jadi Anda juga bisa membuat tempat belut secara bertingkat.

3. Untuk kualitas air usahakan air yang jenih mengandung banyak oksigen, terutama untuk bibit belut yang masih kecil. Usahakan dalam kolam pembesaran bibit belut menggunakan peralatan untuk sirkulasi air.

4. Setelah perlengkapan dan pangan beres, selanjunya proses penebaran bibit. Dalam penebaran bibit lakukanlah pada waktu pagi atau sore hari, hal ini agar bibit belut tidak stress.

5. Selanjutnya, aturlah sirkulasi air agar tidak terlalu deras dan juga atur ketinggian air, lihat no 2.

6. Agar pertumbuhan belut semakin cepat, usahakan setelah penebaran bibit belut pemberian pakan selalu terjamin. Dan untuk pemberian pakan lebih efektif dilakukan pada sore atau malam hari.

7. Dalam pemberian pakan disesuaikan dengan pertumbuhan belut. Untuk pakan hidup jika belut kecil yaitu cacing, kutu air, kecebong, dan larva serangga. Untuk belut dewasa berupa ikan, katak, serangga, kepiting, bekicot, belatung dan keong. Pemberian pakan hidup dilakukan 3 hari sekali. Untuk pakan mati bisa diberikan cicangan bekicot, ikan rucah, bangkai ayam ataupu pelet. Pemberian pakan mati 1 sampai 2 kali sehari.

8. Pembesaran belut sampai panen dibutuhkan waktu 3 sampai 4 bulan (pasar domestik) sedangkan 3 sampai 6 bulan untuk pasar ekspor.

Leave a Reply