Cara Membuat Pupuk Organik Cair Sederhana

Cara Membuat Pupuk Organik Cair – Agar tanaman yang kita tanam tumbuh subur kita juga harus memberikan pupuk secara berkala. Pemberian pupuk ini berfungsi sebagai penambah nutrisi bagi tanaman. Selain itu pemberian pupuk juga berguna sebagai pengganti unsur hara yang hilang dari dalam tanah.

Beberapa jenis pupuk organik yang biasa digunakan adalah pupuk kompos, pupuk kandang, pupuk hijau dan pupuk hayati organik. Dari keempat jenis pupuk tersebut kita bisa mengklasifikasikan berdasarkan bentuknya yaitu pupuk organik padat dan pupuk organik cair.

Kali ini kita akan membahas pupuk organik cair terlebih dahulu. Untuk jenis pupuk organik yang lain bisa dibaca di artikel yang lain.

Rekomendasi bacaan: Cara Membuat Pupuk Kompos Sederhana dengan Metode Aerob

Sebelumnya perlu kita ketahui juga bahwa pada dasarnya pupuk organik cair bukanlah pupuk utama untuk tanaman. Pupuk organik cair hanya sebagai pelengkap untuk pupuk organik padat. Fungsi utamanya sebagai perangsang pertumbuhan tanaman serta penyuplai unsur hara mikro bagi tumbuhan.

Pupuk organik cair lebih mudah terbawa erosi, namun di sini lain pupuk organik cair lebih mudah diserap tanaman. Oleh karena itu jika pupuk organik padat dan pupuk organik cair kita kombinasikan hasilnya akan lebih optimal dan dapat meningkatkan kualitas tanaman.

Pupuk organik cair sangat baik diterapkan langsung pada batang, daun, bunga dan buah. Berbeda dengan pupuk organik padat yang cara penerapannya di taruh di sekitar tanaman. Hal ini karena pupuk organik padat dapat memberikan cadangan nutrisi bagi tanaman untuk jangka waktu yang lama. Tidak seperti pupuk organik cair yang gampang terbawa erosi jika tanaman disiram air.

Untuk membuat pupuk organik cair kita bisa memanfaatkan limbah di lingkungan kita untuk dijadikan bahan utama. Seperti limbah gergajian, limbah rumah tangga, limbah buah dan sayur, daun-daunan maupun dari kotoran hewan ternak (kotoran kambing, kotoran sapi, kotoran ayam dll).

Selengkapnya simak cara membuat pupuk organik cair berikut.

Persiapan Bahan dan Alat

cara membuat pupuk organik cair

skapuganotg.blogspot.com

Jika kita ingin membuat sesuatu tentu kita mempersiapkan bahan serta alatnya terlebih dahulu. Bahan utama yang diperlukan untuk membuat pupuk organik cair adalah kotoran hewan, limbah rumah tangga, daun-daunan maupun limbah buah dan sayur. Selain itu kita juga bisa menambahkan air cucian beras, tetes tebu (EM4), urine hewan, bubuk kayu (bekas gergajian) serta limbah padat lainnya (sisa jeroan, kerang atau ikan busuk, sisa udang).

Selain bahan untuk pembuatan pupuk organik cair di atas, kita juga harus menyiapkan tong plastik atau ember besar beserta penutupnya, jerigen plastik, selang ukuran sedang, botol air mineral serta kayu sebagai alat pengaduk. Jangan lupa lubangi terlebih dahulu tong plastic /ember sebesar selang yang sudah kita siapkan.

Pencucian Bahan

pupuk organik cair

fuelcity.blogspot.com

Khusus untuk bahan dari limbah rumah tangga, limbah sayur dan limbah lainnya, sebelum mencampur semua bahannya, cuci terlebih dahulu sampai bersih. Bisa menggunakan air bersih atau air hangat, namun lebih baik dicuci dengan air bersih.

Hal ini bertujuan untuk menghindari tercampurnya bahan-bahan utama dengan zat berbahaya yang dapat menghambat proses fermentasi, seperti besi berkarat dan sebagainya.

Pencincangan Bahan

pupuk organik

scribol.com

Setelah semua bahan kita bersihkan, langkah selanjutnya adalah mencincang bahan yang sudah kita cuci. Tujuannya agar proses fermentasi bahan menjadi pupuk organik berlangsung secara sempurna. Dalam mencincang bahannya usahakan jangan terlalu besar, semakin kecil cincangan limbah maka proses fermentasinya akan lebih sempurna.

Proses Pembuatan Pupuk Organik Cair

cara membuat pupuk kompos

skapuganotg.blogspot.com

Langkah selanjutnya campur bahan-bahan yang sudah siap kita fermentasi ke dalam tong plastik / ember. Untuk urutannya masukkan terlebih dahulu limbah rumah tangga yang sudah kita cincang baru kemudian diikuti dengan memasukkan limbah padat. Aduk campuran bahan tersebut secara merata. Jangan lupa tambahkan juga bahan lain seperti urine hewan, air cucian beras, atau bubuk kayu.

Untuk mempermudah proses pelarutan bahan tambahkan tetes tebu atau EM4. Jika ingin lebih hemat kita bisa membuat ramuan EM4 sendiri. Caranya dengan mencampur air sumber / air sumur dengan buah-buahan busuk atau tape, kemudian masukkan ke dalam botol air mineral. Tambahkan 5 sendok makan gula pasir dan kocok sampai hancur. Proses selanjutnya simpan campuran tadi selama 3 hari, kalau ingin hasilnya maksimal simpan dalam keadaan terbuka. Setelah 3 hari ramuan EM4 siap untuk digunakan.

Jika semua bahan sudah kita campurkan langkah selanjutnya adalah menutup tong plastik / ember. Kita pastikan terlebih dahulu tong plastik / ember bisa tertutup dengan rapat dan kedap udara, sehingga nanti tidak ada udara yang masuk ketika proses fermentasi berlangsung.

Diamkan selama kurang lebih 2 minggu, untuk mendapatkan hasil yang maksimal sebaiknya setiap 5 hari sekali penutupnya dibuka, agar uap yang dihasilkan dari proses fermentasi bisa keluar, kemudian tutup lagi seperti semula.

Setelah 2 minggu lihat apakah pupuk organiknya sudah matang, Jika belum matang maka tutup kembali seperti semula. Pupuk organik sudah matang dan siap disaring tandanya kalau baunya seperti aroma fermentasi tape.

Memang tidak ada jangka waktu yang baku berapa lama proses fermentasi bahan baku menjadi pupuk organik. Ada yang 10 hari sudah siap digunakan, namun ada juga yang sampai 3 minggu baru selesai proses fermentasinya. Tergantung dari komposisi bahan yang digunakan dan suhu udara sekitar tempat fermentasi.

Proses Penyaringan

cara membuat pupuk organik cair sederhana

greeningofgavin.com

Jika proses fermentasi sudah selesai yang ditandai dengan berbau seperti aroma tape, selanjutnya kita harus memisahkan cairan dan ampasnya. Karena memang dari awal kita akan membuat pupuk organik cair. Kita bisa menyaring menggunakan selang yang sudah kita siapkan sebelumnya atau bisa juga dengan menggunakan kain tipis. Yang penting ampas dari bahan tadi terpisah dari cairannya.

Kalau ampas dan cairan sudah terpisah kita bisa memasukkan pupuk organik cair tersebut ke dalam botol atau jerigen. Ampasnya bisa juga digunakan sebagai pupuk padat untuk media tanam.

Yang perlu diingat bahwa pupuk organik cair ini hanya sebagai pupuk tambahan saja, jadi penggunaannya tidak boleh berlebihan. Jika terlalu banyak disiram ke tanaman bisa menyebabkan tanaman menjadi layu bahkan mati.

Jadi bijaklah menggunakan pupuk organik cair.

Selamat mencoba.

 

2 Comments

  1. kin Oktober 11, 2016
    • Agus Sugiyanto Oktober 26, 2016

Leave a Reply