Keutamaan Hari Jum’at

Keutamaan Hari Jum’at – Rangkaian hari demi hari silih berganti mewarnai jalan hidup setiap insan. Ada 7 rangkaian hari yang Allah berikan kepada kita dalam setiap pekannya. Diantara hari-hari itu terdapat 1 hari yang sangat istimewa, hari yang memiliki banyak keutamaan di dalamnya, hari yang menjadi penghulu dari segala hari, ia adalah hari Jum’at.

Sebagai seorang muslim hendaknya kita menghujamkan rasa syukur ke dalam dada, karena telah diperkenankan untuk mengetahui keutamaan hari jum’at. Tak cukup hanya mengetahui, alangkah ruginya kita jika diantara keutamaan-keutamaan hari jum’at itu yang seharusnya kita manfaat sebagai ladang untuk memetik pahala yang telah Allah sediakan, malah berlalu begitu saja.

Maka sudah sepantasnya kita aktif untuk berburu pahala di hari jum’at sebagaimana yang telah diperintah dan di contohkan oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. Karena dunia ini adalah tempatnya kita untuk mengumpulkan perbekalan, dunia ini adalah tempatnya kita menanam. Dunia ini adalah tempatnya kita beribadah kepada Allah, dan nanti di akhirat kelak barulah kita menuai hasil dari pada yang telah kita tanam, apa yang kita perbuat di dunia.

Dunia ini bagaikan sebuah tempat persinggahan mengumpulkan bekal untuk sebuah perjalanan panjang. maka Get Your Jum’at untuk mendapatkan perkembakalan tersebut, Get Your Jum’at untuk surga yang telah menantimu, Get Your Jum’at untuk meraih Ridha dan Rahmat Allah.

Keutamaan Hari Jum’at

amalan hari jumat

sunnahedu.wordpress.com

Kita pompa semangat kita untuk meraih kemuliaan di hari Jum’at dengan mengetahui keutamaan-keutamaannya. Biarlah Rasulullah yang menjelaskan keutamaan tersebut melalui Sabda Beliau Shallallahu ‘Alaihi Wasalllam:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ’Alaihi wasallam bersabda, “Sebaik-baik hari yang terbit matahari ialah pada hari Jum’at. Pada hari itu Adam diciptakan dan pada hari itu juga dia dikeluarkan dari surga. Pada Jum’at juga kiamat akan berlaku. Pada hari itu tidaklah seorang yang beriman meminta sesuatu daripada Allah melainkan akan dikabulkan permintaannya.” [HR Muslim]

Di hari jum’at itu terdapat satu waktu yang jika seseorang muslim melakukan shalat di dalamnya dan memohon sesuatu kepada Allah Ta’ala, niscaya permintaannya akan dikabulkan.” Lalu beliau memberi isyarat dengan tangannya yang menunjukkan sedikitnya waktu itu. (HR. Bukhari Muslim)

Namun mengenai penentuan waktu, para ulama berselisih pendapat. Diantara pendapat-pendapat tersebut ada 2 pendapat yang paling kuat:

a. Waktu itu dimulai dari duduknya imam sampai pelaksanaan shalat Jum’at

Dari Abu Burdah bin Abi Musa Al-Asy’ari radhiyallahu ‘anhu bahwa ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma berkata padanya, “Apakah engkau telah mendengar ayahmu meriwayatkan hadits dari Rasulullah sehubungan dengan waktu ijaabah (waktu terkabulnya Doa) pada hari Jum’at?” Lalu Abu Burdah mengatakan, “Aku mendengar Rasulullah bersabda, ‘Yaitu waktu antara duduknya imam sampai shalat dilaksanakan.’” (HR. Muslim)

b. Batas akhir dari waktu tersebut hingga setelah ‘Ashar

Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,“Hari Jum’at itu dua belas jam. Tidak ada seorang muslimpun yang memohon sesuatu kepada Allah dalam waktu tersebut melainkan akan dikabulkan oleh Allah. Maka peganglah erat-erat (ingatlah bahwa) akhir dari waktu tersebut jatuh setelah ‘Ashar.”(HR. Abu Dawud)

Rasulullah bersabda : “Barang siapa yang berwudhu dan kemudian dia pergi ke masjid untuk menunaikan sholat Jum’at, lalu mendengar dan tidak bercakap (ketika khutbah dibacakan), maka diampuni dosa-dosanya yang ada di antara hari Jum’at itu dan hari Jum’at berikutnya.” [HR Muslim]

Rasulullah sallallahu ’alaihi wasallam bersabda, “Tidaklah seseorang Muslim itu meninggal dunia pada hari jum’at atau pada malam Jum’at melainkan Allah menyelamatkannya dari fitnah kubur (soalan di dalam kubur).” [HR At-Tirmizi]

“Sesungguhnya hari yang paling utama bagi kalian adalah hari Jumat, maka perbanyaklah sholawat”. (HR.Abu Dawud)

“Barangsiapa membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan dipancarkan cahaya untuknya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi, dishahihkan Al-Albani)

“Siapa yang membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka akan memancar cahaya dari bawah kakinya sampai ke langit, akan meneranginya kelak pada hari kiamat, dan diampuni dosanya antara dua jumat.” (Hadits riwayat Ibnu Umar dalam at-Targhib wa al- Tarhib)

“Barangsiapa yang membaca sepuluh ayat dari permulaan surat al-Kahfi, maka ia dilindungi dari Dajjal.” (HR. Muslim)

Tags:

Leave a Reply