Komponen dan Cara kerja AC

Cara Kerja AC – Saat ini hampir setiap rumah di kota besar memiliki AC (Air Conditioner) untuk mendinginkan ruangannya. Hal ini suhu di kota sudah terlalu panas, sehingga kebanyaka sudah tidak kuat kalau tidak menggunakan AC. Apalagi pekerja kantoran yang setiap hari bekerja di ruangan tertutup. Kalau nggak pakai Ac pasti tidak akan betah kerja sampai sore.

Dulu waktu saya kerja di Bekasi juga mengalami hal yang sama. Setiap hari AC harus menyala, bahkan waktu tidur pun AC biasanya saya hidupkan. Maklumlah sejak kecil saya tinggal di pegunungan, jadi musti menyesuaikan diri dulu dengan cuaca yang bisa dibilang bikin gosong. hehe.

Kali ini saya ingin mengulas sekilas mengenai benda yang bikin adem dan betah bekerja ini. Ya, ini merupakan salah satu bentuk rasa syukur kita. Agar setiap yang kita miliki dan rasakan kita syukuri, caranya dengan menggunakannya sebaik mungkin. Rasa syukur juga bisa diaplikasikan dengan menjaga dan merawatnya agar tidak cepat rusak.

Komponen dan Cara Kerja Air Conditioner (AC)

AC atau Air Conditioner emmiliki beberapa komponen utama, ada kompresor, orific tube, katup ekspansi, kondensor dan evaporator. Kalau Anda bingung dengan istilah-istilah tersebut, mari kita jabarkan sekilas.

Kompresor

Kompresor merupakan inti dari perangkat AC. Ketika AC dijalankan, kompresor akan mengubah refrigent atau fluida kerja dari yang asalnya bertekanan rendah menjadi gas dengan tekanan tingi. Selanjutnta gas dengan tekanan tinggi tersebut diteruskan ke kondensor.

Kondensor

Perangkat selanjtnya ada kondensor. Kondensor ini komponen yang bisa mengubah gas yang tadinya bertekanan tinggi menjadi cairan yang bertekanan tinggi. Cairan ini kemudian dialirkan menuju orifice tube.

Orifice Tube

Orifice Tube berfungsi untuk menurunkan tekanan dan suhu cairan dari kondensor, yang kemudian diubah menjadi cairan dingin bertekanan rendah.

cara kerja ac

airconindo.com

Katup Ekspansi

Bisa dibilang katup ekspansi adalah komponen terpenting dari sistem. Karena komponen ini dirancang untuk mengontrol aliran cairan pendingin yang melalui katup orifice. Ketika cairan melalui katup orifice tersebut, cairan akan diubah menjadi uap yang bersuhu dingin. Selanjutnya uap dingin akan diteruskan melalui evaporator.

Evaporator / Pendingin

Meskipun uap yang dikeluarkan dari katup ekspansi sudah dingin, namun perlu didinginkan lagi agar sesuai dengan keinginan pengguna AC.

Refrigent dalam evaporator berguna untuk menyerap panas dalam suatu ruangan melalui kumparan pendingin. Di sisi lain kipas evaporator meniupkan udara dingin ke dalam ruangan.

Refrigent dalam evaporator mulai berubah kembali menjadi uap bertekanan rendah, namun masih mengandung sedikit cairan.

Dalam pemasangannya, evaporator biasanya dipasangi silikon yang berguna untuk menyerap kelembaban dari refrigent.

Sekadar Tambahan:

Kunci utama dari AC adalah refrigrant. refrigrant ini umumnya adalah fluorocarbon yang mengalir dalam sistem, menjadi cairan dan melepaskan panas jika dipompa dan diberi tekanan. Refrigrant akan menjadi gas dan menyerap panas jika tekanan dikurangi.

Mekanisme berubahnya refrigrant menjadi cairan lalu gas bisa dikategorikan menjadi dua area.
– Sebuah penyaring udara, kipas dan cooling coil (kumparan pendingin) yang ada pada sis ruangan
– sebuah komposer (pompa), condenser coil (kumparan penukar panas) dan kipas pada jendela luar.

Udara panas yang ada di ruangan diserap melewati filter, menuju cooling coil yang berisi refrigrant yang dingin, sehingga menjadikan udara menjadi dingin.

Karena AC merupakan perangkat elektronik, maka sebaiknya diservice secara berkala. Untuk Anda yang tinggal di sekitar Jogja, Anda bisa menggunakan jasa service ac Jogja. Pelayanannya bagus dan layak diberi apresiasi.

Itulah komponen utama dan cara kerja Ac. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply