Jika Manusia Serakah, Air Tanah Akan Hilang

Air merupakan faktor utama dalam kehidupan manusia, bahkan 60% dalam tubuh manusia adalah air. Sebegitu pentingnya air sehingga akhir-akhir ini timbul kekawatiran atas keberadaan air tanah yang dua dekade lagi akan sulit ditemui akibat menipisnya cadangan air akibat dari penebangan pohon yang terus terjadi hingga saat ini.

Padahal tanpa keberadaan pohon, air tanah tidak akan ditemui karena pada saat hujan, air akan terus mengalir lewat permukaan tanah menuju ke laut.

Untuk generasi saat ini memang keberadaan air tanah masih mencukupi. Namun di beberapa daerah mulai terjadi kekeringan akibat curah hujan yang sedikit serta tidak adanya cadangan air berupa danau serapan seperti di daerah Nusa Tenggara Timur.

Kondisi tersebut seharusnya menjadi pelajaran bahwa daerah lain pun tinggal menunggu giliran untuk terjadi kekeringan jika tidak segera ditangani.

Berikut ini merupakan beberapa tindakan yang harus dilakukan agar keberadaan air tanah tetap terjaga:

1. Lakukan Reboisasi

Penanaman pohon pada daerah tandus wajib dilakukan. Memang dalam lima tahun pertama diperlukan perhatian lebih agar tanaman yang ditanam tetap bertahan, namun setelah menginjak tahun ke enam dan seterusnya, tanaman sudah dapat menyimpan air sehingga tidak perlu dilakukan perawatan secara rutin.

Selain pemerintah, partisipasi masyarakat untuk ikut menanam dan menjaga tanaman mutlak dilakukan, sebab terjadinya tanah tandus berawal dari perilaku masyarakat yang melakukan penebangan pohon secara liar tanpa memikirkan untuk melakukan penanaman kembali.

2. Pertahankan Danau Resapan

Danau serapan merupakan salah satu cara untuk mengatur penggunaan air tanah. Pada saat musim penghujan, peranan danau serapan untuk menampung air tanah dan pada saat musim kemarau, air tanah yang ditampung dialirkan untuk memenuhi kebutuhan pertanian dan pemukiman warga.

Namun saat ini kondisi danau serapan sudah terlalu tua dan perlu dilakukan perawatan, malah pada beberapa daerah kondisi danau serapan sudah tidak berfungsi lagi akibat kerusakan yang tidak diperbaiki. Peranan pemerintah sangat diperlukan untuk menjaga dan menambah keberadaan danau serapan tersebut.

Tapi yang paling penting adalah kepedulian masyarakat untuk tetap memberikan peranan danau serapan secara optimal karena saat terjadi pergeseran fungsi danau serapan menjadi daerah wisata memancing dan produksi ikan tawar yang pada prosesnya sering merusak keberadaan danau tersebut.

3. Tingkatkan Teknologi Pertanian

Perkembangan teknologi pertanian di Indonesia tergolong masih rendah, khususnya dalam pemanfaatan air tanah yang masih boros dan kurang efisien. Saat ini irigasi dilakukan nyaris tanpa kontrol sehingga proses lepasnya air tanah berlangsung cepat. Percepatan pengairan tersebut suatu saat akan menimbulkan masalah karena kondisi air tanah yang tidak mencukupi lagi untuk mengairi lahan pertanian serta untuk konsumsi masyarakat.

Solusinya yaitu mulai saat ini harus dirancang mekanisme pertanian yang lebih efisien dengan cara ciptakan generasi tanaman yang kebutuhan air tanahnya lebih sedikit dan mampu dilakukan di musim hujan maupun musim kemarau. Dalam hal ini, peranan perguruan tinggi yang bergerak dalam bidang pertanian mutlak diperlukan.

4. Kosumsi Air Tanah Sehemat Mungkin

Untuk kosumsi air pada saat ini belum terlalu besar pengaruhnya terhadap berkurangnya air tanah. Namun sejalan dengan bertambahnya penduduk dan berkurangnya lahan penghijauan maka suatu saat nanti efek penggunaan air sangat besar. Setidaknya seperti penggunaan energi listrik yang harus dilakukan pemadaman bergilir karena tidak mencukupi.

Bagi negara-negara Timur Tengah, kondisi kesulitan air tanah telah terjadi sejak lama. Keberadaan air laut dijadikan alternatif sebagai pengganti air tanah. Namun tentu saja kandungan mineralnya tidak sebaik air tanah.

Tags:,

Leave a Reply