Sejarah Revolusi Kemerdekaan Indonesia

Sering orang membuat perbedaan antara pengertian revolusi dan evolusi. Secara umum orang mengatakan bahwa revolusi itu adalah perubahan yang cepat dan evolusi adalah perubahan yang perlahan-lahan. Kata revolusi itu sendiri dapat beraneka predikat seperti, Revolusi Indonesia, Revolusi Amerika, Revolusi Perdagangan, Revolusi Industri, Revolusi Sosial, Revolusi Kebudayaan dan sebagainya.

Bagaimanapun juga berdasarkan kenyataannya masyarakat itu selalu mengalami perubahan yang terus menerus. Kriterium apakah yang kita pakai untuk menunjukkan bahwa perubahan itu bersifat cepat atau perlahan-lahan? Kriteriumnya secara umum ialah bahwa revolusi itu haruslah mengandung perubahan-perubahan yang fundamental.

Disampibg itu, perubahan-perubahan tersebut haruslah terjadi dalam waktu yang relatif singkat. Dalam situasi abad ke XX sekarang, dimana komunikasi antara benua makin menunjukkan arah kesempurnaannya, banyak kehidupan manusia berubah secara cepat.

Apakah hal itu juga suatu revolusi? Grane Brinton dalam bukunya The Anatomy of revolution (anatomi revolusi) menunjukkan bahwa perkataan revolusi itu adalah suatu perkataan yang mempunyai pengertian yang luas, disamping itu mengandung pula pengertian yang amat emosional.

Ada segolongan manusia yang mendengar istilah revolusi itu dengan gambaran banyak pembunuhan, kekacauan, dan ada pula golongan lain yang mendengar istilah revolusi itu dengan penuh kegairahan dan kebanggaan. Portugal contohnya, yang kini hidup dalam kediktatoran dan konservatisme, tidaklah begitu senang mendengar perkataan revolusi.

Di indonesia, perkataan revolusi mempunyai makna yang khas. Kondisi politik, sosial ekonomi, kebudayaan, menyebabkan pengertian revolusi itu erat hubungannya dengan kemerdekaan. Tiada kemerdekaan tanpa revolusi dan tiada revolusi tanpa kemerdekaan. Hanya saja, kemudian  pengertian revolusi itu terlalu jauh, sehingga menimbulkan perdebatan yang berkepanjangan.

setelah Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia pada akhir tahun 1949, maka kata revolusi masih berkembang dalam masyarakat. Pada waktu itu ada dua pandangan pokok berhubungan dengan makna revolusi Indonesia tersebut, yaitu pandangan Soekarno dan pandangan Hatta.

Soekarno berpendapat, bahwa revolusi itu belum selesai dan masih terus berlanjut sampai tercapai masyarakat Indonesia adil dan makmur. Sedangkan pernyataan Hatta berbeda, bahwa revolusi itu telah selesai dan selanjutnya harus diadakan konsolidasi atas hasil revolusi itu dalam mewujudkan masyarakat adil dan makmur tersebut.

Dilihat dari salah satu aspek arti revolusi Indonesia tersebut, memang di Indonesia pada waktu itu terjadi suatu perubahan yang fundamental dan dalam waktu singkat, yang bersifat fundamental ialah perubahan dari bangsa yang terjajah beralih menjadi bangsa yang merdeka dan semuanya berlangsung dalam waktu yang amat singkat.

Dilihat dari sudut pandang yang lain, yaitu dari sudut kenegaraan, maka selama revolusi Indonesia tersebut terjadi peperangan antara negara Indonesia yang merdeka yaitu Republik Indonesia dan Kerajaan Belanda sebagai lawan.

Apapun alasan Belanda yang mengatakan bahwa kemerdekaan Indonesia itu tidak sah, kenyataannya ialah bahwa Indonesia telah memproklamirkan kemerdekaannya kepada seluruh dunia pada tanggal 17 Agustus 1945.

Setelah kemerdekaan itu diplokamirkan, maka datanglah Belanda yang mencoba membasmi kemerdekaan, dengan datangnya serbuan dari luar negeri. Karena peperangan itu dilihat dari sudut Indonesia adalah peperangan yang bertujuan untuk mempertahankan kemerdekaannya, maka disebut perang kemerdekaan.

Masa perang kemerdekaan berlangsung dari tahun 1945 sampai 1949. Pada akhir 1949 Belanda dengan resmi mengakui kedaulatan Republik Indonesia dan sesuai dengan istilah KMB disebut penyerahan kedaulatan.

Dalam perang kemerdekaan itu akhirnya Belanda kalah dengan konsekuensi diadakannya KMB tersebut. Atas dasar pandangan ini, maka periode tahun 1945-1949 dinamakan periode Perang Kemerdekaan atau Independence War.

Leave a Reply