Solusi Untuk Pencemaran Udara di Jakarta

Polusi udara sepertinya sudah menjadi bagian hidup di kota Jakarta. Kondisi tersebut akan terus bertambah seiring dengan pesatnya pertambahan kendaraan di wilayah Jabotabek. Dengan kondisi seperti ini, rasanya sangat sulit bagi pemerintah saat ini untuk mengatasi permasalahan polusi udara tersebut. Oleh karena itu, sebaiknya kita secara sadar untuk berusaha mengurangi polusi udara yang terjadi.

Berikut ini merupakan beberapa cara untuk mengurangi polusi udara yaitu:

1. Gunakan kendaraan yang emisi gas buangnya kecil

Saat ini memang telah ada lembaga untuk melakukan pengujian emisi karbon, namun peranannya masih kecil dan mudah terjadi penyelewengan pelanggaran. Jika kita secara sadar melakukan kontrol terhadap kendaraan yang kita pakai dalam kondisi emisi yang kecil, tentunya polusi dapat dikurangi.

Namun sayangnya kesadaran masyarakat saat ini masih kurang. Maka, mulailah dari masing-masing pribadi untuk secara sadar berpartisipasi.

2. Lakukan penanaman dan pemeliharaan pohon perindang

Pohon perindang merupakan satu-satunya cara untuk menetralisir emisi karbon. Alangkah baiknya jika jalan di Jakarta dilengkapi dengan pohon perindang, dan pohon perindang yang telah ada tetap dirawat dan dipertahankan. Yang saat ini menjadi kendala yaitu pembangunan pusat perbelanjaan dengan skala luas yang memakai lahan penghijauan marak terjadi.

Memang benar, secara pendapatan pajak tentu saja pemerintah diuntungkan namun secara ekosistem lingkungan menjadi masalah yang sewaktu-waktu terjadi, misalnya Banjir. Dari pada pusing mikirin mereka yang tidak peduli terhadap lingkungan, lebih baik adalah wujud kita untuk menjaga kelestarian pohon perindang yang ada.

3. Bersama-sama untuk mengurangi kemacetan jalan

Perlu diketahui bahwa, kemacetan di Jakarta sudah menjadi serius yang perlu ditangani oleh pemerintah bersama-sama masyarakat. Tanpa peranan masyarakat yang baik, kondisi pengembangan jalan yang tidak sebanding dengan penambahan kendaran bermotor maka mustahil kemacetan di Jakarta akan teratasi.

Sayangnya, keberadaan pohon perindang sebagai penetralisir polusi udara terkadang menjadi masalah baru yaitu tumbangnya pohon dan batang akibat angin kencang yang akhir-akhir ini sering terjadi. Akibatnya, pohon tersebut ditebang dengan alasan keselamatan.

Leave a Reply