Taman Wisata Maribaya, Wisata Hutan Lindung yang Menyenangkan di Bandung

Taman Wisata Maribaya – Berwisata alam di kawasan Bandung Utara, memang sebaiknya dimulai dari Taman Hutan Raya Djuanda yang terletak diatas Dago, perjalanan dengan mobil sendiri dibutuhkan waktu sekitar 5 menit dari Terminal Dago untuk sampai ke pintu gerbang Taman Hutan Raya Djuanda yang lebih dikenal sebagai Tahura Djuanda.

Jika kamu tak membawa mobil sendiri kamu bisa menggunakan angkot ataupun ojek yang bertarif sekitar Rp.5000,- sampai Rp.10.000,- dari Terminal Dago. Atau jika kamu ingin sambil menikmati sejuknya hawa pegunungan yang kaya oksigen bersih, kamu bisa berjalan / hiking dengan waktu tak sampai 1 jam sudah akan sampai lokasi tersebut.

Dengan HTM yang termasuk murah, kamu bisa mulai perjalanan menikmati Tahura Djuanda. Tak Jauh dari pintu gerbang, kamu dapat melihat peta lokasi berikut jaraknya dari obyek wisata yang ada di Taman Hutan Raya Djuanda tersebut.

Gua Jepang adalah objek pertama yang dapat disinggahi ketika kita mengunjungi Tahura Djuanda. Gua Jepang dibangun pada masa penjajahan Jepang dengan cara kerja paksa romusha dan dijadikan sebagai tempat persembunyian tentara jepang maupun tempat penimbunan amunisi dan senjata.

Gua ini ada beberapa pintu dan satu sama lainnya akan saling terhubung, berikut juga ada jalur ventilasi dan bilik/ruangan-ruangan. Dari luar memang gelap (tidak ada penerangan), namun jangan khawatir, banyak sentolop/ senter yang disewakan hanya dengan harga/biaya Rp. 3000,- untuk sekitar waktu penjelajahan dalam gua yang memakan waktu sekitar 5 sampai 10 menit.

Dari Gua Jepang, kamu bisa meneruskan ke obyek selanjutnya yaitu Gua Belanda yang berjarak sekitar 5 km atau 1,5 jam bila dengan jalan kaki secara santai sambil melihat-lihat berbagai jenis pohon yang menjulang tinggi, rimbun , dan tentu saja sejuk hawa pegunungan.

Tak perlu khawatir akan rasa dahaga ataupun lapar, dikarenakan di sepanjang jalan menuju tiap obyek wisata terdapat pula para penjual makanan dan minuman dari mulai ketan bakar, sate kelinci, jagung bakar, air aren (lahang), sampai bandrek dan kopi juga ada. Namun jangan sampai lupa, Jaga kelestarian dan kebersihan lingkungan kawasan hutan yaaa…..jangan buang sampah di sembarang tempat.

Habis Gua Belanda, kamu dapat mengunjungi Curug Ciomas yang merupakan salah satu obyek wisata air terjun dan pemandian air panas di kawasan Maribaya.

Kamu juga bisa melihat Curug Omas dari jembatan gantung. Oooh…fantastis indahnya…

Perjalanan selanjutnya kita sudah memasuki kawasan Wisata Taman Maribaya.

Menurut cerita, Maribaya adalah sebagai seorang gadis yang cantik jelita, ayu dan kinyis-kinyis serta bening sekali. Sehingga keindahan dan kemolekan Maribaya sering menyebabkan pertengkaran dan pertumpahan darah para pemuda yang berusaha merebut hatinya.

Sejak mulai dikembangkan tahun 1835 oleh Eyang Raksa Dinata, ayah Maribaya, lokasi objek wisata itu berhasil mengubah kehidupan Eyang Raksa Dinata yang sebelumnya hidup miskin menjadi berkecukupan. Banyak orang yang berkunjung ke tempat tersebut.

Mereka tidak hanya datang untuk berekreasi menghirup udara segar alam pengunungan dan perbukitan, tetapi banyak juga yang berobat dengan cara berendam di air hangat.

Namun, apakah objek wisata Maribaya saat ini masih seperti dulu yang membuat setiap orang ingin menyambanginya ? Jawabannya… yaaa silahkan kamu kunjungi dan rasakan sendiri kenikmatannya.

Bagi kamu yang ingin melanjutkan perjalanan Cross Country sampai ke Lembang, kamu bisa melewati jalur pintas yang penuh pemandangan eksostis.

Demikian tulisan singkat tentang obyek wisata Taman Wisata Maribaya yang merupakan satu paket dari wisata hutan lindung Tahura Djuanda di kawasan di Bandung Utara.

Kamu penasaran? Silahkan datang dan kunjungi Bandung. Kamu akan merasa rugi bila berwisata ke Bandung namun tak mengunjungi kawasan yang satu ini.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.