Cara Ternak Kroto yang Benar Agar Menguntungkan

Ternak Kroto – Saat ini ternak kroto merupakan salah satu budidaya yang cukup populer di kalangan peternak hewan. Hal ini dikarenakan ternak kroto terbilang mudah dan permintaannya cukup tinggi.

Meskipun budidaya kroto bisa dibilang mudah, terkadang masih ada saja yang gagal ketika membudidayakannya. Penyebabnya karena tidak paham cara ternak kroto yang baik dan benar.

Pada artikel kita kali ini akan mengulas cara budidaya kroto yang benar agar menguntungkan. Sebelumnya coba kita bahas terlebih dahulu apa itu kroto dan jenis semut yang bisa dibudidayakan untuk menghasilkan kroto.

Kroto adalah campuran telur dan larva yang dihasilkan oleh semut rangrang. Kroto digunakan sebagai pakan burung dan pakan ikan. Kandungan gizi yang terdapat pada kroto sangat baik untuk kicau burung dan pertumbuhan ikan.

Jenis semut rangrang yang saat ini banyak dibudidaya untuk menghasilkan kroto adalah jenis Oecophylla smaragdina. Habitat semut rangrang ini tersebar dari Asia hingga Australia bagian utara.

Membuat Kandang Semut Rangrang

Jika ingin membudidaya semut rangrang tentu hal pertama yang harus kita persiapkan adalah kandang untuk tempat hidup semut rangrang. Tujuannya agar semut rangrang tersebut berkembang biak di sarang yang telah kita buat sehingga memudahkan kita dalam mengontrol proses budidaya.

Dalam kesempatan kali ini kita akan mencoba membuat kandang semut rangrang menggunakan paralon. Kita menggunakan material kandang dari paralon karena fleksibel, lebih praktis dan mudah dalam perawatannya.

Dalam membuat kandang untuk ternak kroto, Anda bisa mengikuti panduan berikut ini:

  • Buat rak bersusun 2 atau 3 tingkat. Rak dapat dibuat dari kayu, besi atau bambu.
  • Untuk menghindari kaburnya koloni semut rangrang, letakkan tiap kaki rak di atas wadah plastik atau kaleng yang berisi air. Bagian-bagian rak juga tidak boleh bersentuhan dengan dinding atau benda lain yang dapat dilewati semut rangrang.
  • Agar air dalam wadah tidak cepat menguap dan kering, bisa juga dicampur dengan oli bekas.
  • Pilihlah paralon berdiameter 12 cm. Kemudian potong memanjang masing-masing 50 cm, atau sesuaikan dengan lebar rak yang telah kita buat.
  • Susun paralon yang telah dipotong ke dalam rak, untuk merangsang semut rangrang membuat sarang berikan dedaunan ke dalam paralon.
  • Kandang untuk budidaya kroto siap digunakan.

Menyiapkan Bibit Koloni Semut Rangrang

Untuk memperoleh bibit koloni yang unggul dan berkualitas, Anda bisa mendapatkannya dari alam bebas. Namun untuk mendapat semut rangrang dari alam perlu teknik tersendiri yang tidak semua orang bisa melakukannya.

Bila Anda tidak ingin repot mencari semut rangrang di alam, Anda bisa membelinya pada petani atau pembudidaya kroto di daerah Anda. Kalau Anda membeli bibit kroto dari peternak Anda harus menyiapkan budget yang lumayan besar, satu botol plastik ukuran 1 liter dihargai sekitar 150 – 200 ribu rupiah.

cara-budidaya-kroto

www.jualbibitkroto.com

Menebarkan Bibit Koloni Semut Rangrang

Jika Anda membeli bibit koloni semut dari peternak, biasanya diletakkan di dalam toples atau botol plastik. Untuk memindahkannya cukup mudah, Anda hanya perlu membuka penutup toples atau botol plastik kemudian letakkan di atas tumpukan paralon dalam rak.

Langkah selanjutnya sediakan pakan berupa air gula untuk semut-semut tersebut. Tunggu beberapa saat hingga semua semut masuk ke dalam tumpukan paralon untuk bersarang.

Pemberian Pakan Semut Rangrang

Pakan yang biasa diberikan dalam budidaya kroto adalah jangkrik, ulat, belalang, cicak dan hewan-hewan kecil lainnya. Selain beberapa pakan tersebut Anda juga bisa memberi makan semut rangrang dengan daging ayam yang sudah direbus agar tidak berbau atau membusuk.

Pemberian pakan ini bertujuan agar semut rangrang mendapat asupan protein dan lemak yang cukup. Dalam budidaya kroto juga membutuhkan gula sebagai sumber karbohidrat. Anda bisa memberikan gula pasir yang dilarutkan dalam air.

Pemanenan Kroto

Secara umum telur semut rangrang memiliki daur antara 15-20 hari. Mulai dari telur, larva hingga menjadi semut dewasa. Pemanenan bisa dilakukan ketika sarang semut sudah terlihat penuh dengan telur atau kroto yang berwarna putih. Kalau media ternak atau sarangnya sudah stabil, kroto bisa dipanen setiap 15-20 hari.

Untuk awal beternak kroto, jangan terburu-buru untuk memanen terlebih dahulu. Sebaiknya biarkan semur rangrang berkembang biak sehingga populasi semutnya bertambah. Setelah populasi semut cukup banyak, baru lakukan pemanenan secara bertahap.

Demikian cara ternak kroto yang benar agar menguntungkan. Selamat mencoba.

Leave a Reply