Belajar dari Tsunami di Jepang

Tanggal 16 April 2016 telah terjadi tsunami yang sangat dahsyat seperti kejadian di Aceh. Jumlah korban mencapai puluhan ribu jiwa. Namun bukan hanya itu bencana yang dialami Jepang, radiasi nuklir menjadi ancaman yang sangat serius.

Apalagi setelah terjadi ledakan di salah satu pembangkit nuklir yang mengakibatkan 25% pasokan listrik terhambat. Setidaknya adanya musibah tsunami di Aceh dan Jepang mendorong kita untuk lebih siap jika ada gempa yang disusul dengan tsunami.

Berikut merupakan beberapa hal sebaiknya dilakukan jika kemungkinan terjadi gempa dan kemungkinan disertai tsunami:

1. Hubungi Kantor Manajemen Keamanan Setempat atau Palang Merah

Cari tahu informasi apakah zona tempat kamu tinggal sudah menjadi area rawan tsunami. Ketahui pula tinggi jalan tempat kamu tinggal, permukaan daratan yang lebih tinggi di area kamu, hingga perkiraan jarak antara laut dengan rumah/posisi kamu. Evakuasi akan lebih matang dilaksanakan bila kamu sudah memiliki perhitungan kasar dari hal-hal yang disebutkan sebelumnya.

2. Jika anak sedang berada di sekolahnya, cari tahu rencana evakuasi yang dilakukan pihak sekolah

Apakah kamu diharuskan menjemput anak secara independen atau pihak sekolah mengungsikan seisi sekolah ke lokasi lain. Rute dari sekolah menuju rumah dan sebaliknya bisa jadi terhambat akibat macet ataupun penutupan jalan.

3. Rencanakan rute jalan evakuasi dari rumah, sekolah, tempat kerja atau tempat lainnya yang menjauhi datangnya arus tsunami.

Pergilah ke dataran setinggi mungkin. Ketinggian 30 meter di atas permukaan laut dan jarak lebih dari tiga kilometer dari pesisir pantai diperkirakan menjadi jarak aman. Pastikan kamu bisa meraih dataran tinggi tersebut dengan berjalan kaki dalam waktu 15 menit.

4. Pastikan rute yang telah kamu pikirkan tadi bisa dilakukan saat malam hari saat pencahayaan kurang atau cuaca buruk tidak menunjang evakuasi

Dalam keadaan darurat, berpikir jernih sulit dilakukan jadi pastikan rute tadi mudah dilalui tanpa banyak roadblock/hambatan.

5. Bicarakan kondisi tsunami dengan keluarga kamu

Jelaskan jika mereka bisa terpisah kapan pun satu sama lain. Setiap anggota keluarga harus tahu tindakan pertama yang harus dilakukan ketika mereka terpisah, yakni menyelamatkan diri sendiri terlebih dahulu. Dengan adanya pembicaraan dan persiapan, rasa khawatir dan takut bisa diredam. Dalam hal ini, cari tahu panduan menghadapi bahaya banjir sebagai langkah pertama.

gempa jepang

www.latimes.com

6. Persiapkan peralatan pertama untuk menghadapi bencana alam

Pastikan ada air mineral untuk setiap anggota keluarga untuk bertahan setidaknya untuk tiga hari, obat-obatan hingga pelampung perorangan. Dalam keadaan darurat, jangan terlalu memikirkan harta benda, namun fokus terhadap nyawa yang harus diselamatkan. Jika memungkinkan, kamu tetap bisa memasukkan surat berharga di dalam kantong plastik berklep dan lilitkan di balik baju.

7. Jika tsunami telah memasuki zona kota dekat kamu tinggal, otomatis jalan tertutup banyak sampah ataupun tergenang

Bersiaplah menggunakan kaki kamu melalui halangan-halangan yang ada di jalan. Ikuti rute evakuasi yang telah disediakan oleh petugas setempat (jika ada) untuk menghindari genangan air yang ternyata lubang dalam/jurang. Cari tahu apakah petugas pemadam kebakaran setempat telah menyiapkan area evakuasi dan jalan yang dianggap aman dilalui.

8. Ikuti saluran berita portal yang mudah diakses lewat ponsel

Jika provider komunikasi telah terputus, kamu harus membawa radio yang mudah dibawa untuk memantau informasi terkini tentang cuaca maupun musibah kompleks yang diakibatkan tsunami seperti kebakaran hingga konsleting listrik.

Selain itu, sebaiknya kita selalu berdo’a untuk keselamatan diri kita serta keluarga kita, karena bencana yang terjadi merupakan bagian dari cobaan Tuhan ke manusia. Tuhan Maha Adil, pastilah ada hikmah di balik musibah yang diberikan. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.